Back to Top
Menunggu respon server .....

Adiwiyata

SMP Negeri 2 Magelang Menuju  Adiwiyata Mandiri


Adiwiyata adalah sebuah penghargaan prestisius diberikan kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Gerakan itu meliputi aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

SMP Negeri 2 Magelang tengah menyandang  Adiwiyata Nasional yakni suatu penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Lingkungan hidup juga kehutanan. Saat ini untuk meningkatkan kebermanfaatan dalam mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, SMP Negeri 2 Magelang sedang menyiapkan menuju Adiwiyata Mandiri. Adiwiyata Mandiri suatu penghargaan khusus bagi tiap-tiap sekolah melalui penilaian dengan memiliki dua sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata kabupaten atau kota. 

SMP Negeri 2 Magelang mohon doa dan dukungan dalam mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri. Dengan adanya penghargaan tersebut Tim Adiwiyata akan terus bermanfaat dan meluaskan fungsi dan kepeduliannya. 
Penilaian akan dilakukan dengan melalui seleksi administratif dan pemenuhan kriteria Sekolah Adiwiyata. 


Adiwiyata termasuk salah satu proses penanaman karakter pada peserta didik,  maka dengan mengembangkan Adiwiyata juga memunculkan karakter peduli dan berbudaya pada lingkungan peserta didik.

Giant Bank Sampah

Penduduk di dunia sangat banyak jumlahnya. Konsekuensi dari kehidupannya adalah sampah. Jumlah sampah berbanding lurus dengan aktivitas konsumtifnya. 

Beberapa negara telah berhasil mengelola sampah,  namun sebagian besar belum berhasil mengatasi masalah sampah. Masalah sampah sama krusialnya dengan masalah ekonomi, politik, dan sosial. Bahkan dari masalah sampah dapat menimbulkan masalah-masalah strategis dalam sebuah negara. 

SMP Negeri 2 Magelang melalui tim Adiwiyata sangat peduli masalah sampah. Sampah memiliki sifat yang mudah diurai dan tidak bisa terurai. Melalui tim Adiwiyata, SMP Negeri 2 Magelang giat menghidupkan bank sampah. Menerima, memilih, dan mengelola sampah yang dapat di daur ulang. Sebagian sampah dapat menjadi hasta karya barang bekas dan sebagian dapat dijual. 

Berdasarkan pasal 1 Permen LH No. 13 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan reuse, reduce, dan recycle, SMP Negeri 2 Magelang merupakan aktivis mandiri dalam pengelolaan sampah. Selain mengelola bank sampah, tim Adiwiyata juga melakukan edukasi bahwa sampah bukan barang sisa tak berguna. Namun dengan pengelolaan yang baik dapat menjadi barang bernilai ekonomis.

Selamat kepada Tim Adiwiyata SMPN 2 Magelang, menjadi motor penggerak yang tak pernah berhenti dalam menyelamatkan lingkungan.

Cinta lingkungan karakter yang diwariskan

Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan baik dan menjadi pribadi yang baik. Menjadi pribadi yang baik tidak tumbuh begitu saja. Ada proses enkulturasi budaya yang ditanamkan oleh orang tua dan lingkungannya. 

Salah satu karakter baik yang dapat diwariskan orang tua  adalah mencintai lingkungan. Mencintai dengan sikap menjaga, merawat, melestarikan flora dan fauna beserta kekayaan alamnya. Bagian terkecil dari mencintai lingkungannya adalah dengan peduli pada sampah dan membersihkan sekelilingnya.  

SMP Negeri 2 Magelang adalah bagian dari proses enkulturasi budaya dengan mengajarkan kegiatan cinta kebersihan pada lingkungan sekolah. Mengajarkan peserta didik dengan menjaga kebersihan umum, merawat fasilitas umum, dan melestarikan tanaman yang ada di sekeliling sekolah. 


Kegiatan ini adalah hal rutin yang senantiasa dilakukan oleh semua warga sekolah mulai dari peserta didik, guru, dan tenaga administrasi sekolah. Sekolah merupakan entitas penting untuk mengajarkan dan menanamkan karakter baik pada generasi bangsa. Maka walaupun dirasa hal kecil kegiatan ini adalah penting dalam menumbuhkan karakter peserta didik.

Sampah memiliki nilai ekonomis

Tim Adiwiyata SMPN 2 Magelang mengadakan pameran barang hasil daur ulang. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan mensosialisasikan bahwa sampah bukan hanya barang sisa yang sia-sia. Namun dapat menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi. 

Tas belanja yang berasal dari sampah bungkus deterjen adalah barang yang tidak terpakai dan tidak dapat diuraikan, setelah dikelola dengan baik dapat digunakan menjadi fungsinya yang baru. Gelas air plastik yang tidak dapat diurai akan menjadi lampion penghias ruangan yang berwarna-warni menambah manisnya ruang keluarga. Dan masih banyak barang sisa lainnya yang dapat dikreasikan disulap menjadi barang bernilai tinggi.

Tim Adiwiyata SMPN 2 Magelang telah berhasil berkreasi dan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomis tinggi

Robi Kurniyadi robi@umy.ac.id